oleh

Menteri Trenggono Ajak Stakeholder Maritim Bersatu Lawan Illegal Fishing

JAKARTA, ENIMTV – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pemangku kepentingan di bidang maritim untuk bersinergi dalam menjaga sumber daya laut dari praktik illegal fishing yang masih saja terjadi hingga sekarang. Demikian disampaikan Menteri Trenggono dalam acara Stakeholder Briefing Kaukus Kelautan di Jakarta.

“Di tengah berbagai upaya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, kita masih melihat beberapa kegiatan pencurian terkait laut Indonesia yang masih terjadi melalui praktek-praktek Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing,” ujar Menteri Trenggono dalam rilis resmi KKP, Jumat (22/1/2021).

Menteri Trenggono menjelaskan, dari hasil identifikasi terdapat 12 modus operandi yang dipakai oleh pelaku illegal fishing di Indonesia.

Baca juga:  Tunjukkan Model Pengelolaan Hiu Paus, Indonesia Gelar CTI TSWG Meeting di Gorontalo

“Di antaranya tidak mendaratkan ikan di pulau pangkalan, pemalsuan dokumen kapal, registrasi kapal ganda, transhipment, mematikan VMS dan AIS, pelanggaran jalur penangkapan, mark down ukuran kapal, hingga penggunaan alat tangkap ikan terlarang,” jelasnya.

Untuk memerangi praktik illegal fishing, kata Menteri Trenggono, KKP telah mengeluarkan berbagai kebijakan sejak beberapa tahun terakhir.

“Mulai dari memperkuat patroli oleh tim PSDKP, bersinergi dengan penegak hukum, hingga tidak memberikan izin penangkapan ikan pada kapal asing,” kata dia.

“Saat ini KKP telah memastikan tidak ada izin penangkapan ikan untuk kapal asing yang diterbitkan. Sebanyak 5534 unit kapal perikanan yang telah memiliki izin pusat lebih dari 30GT merupakan kapal perikanan buatan indonesia,” imbuhnya.

Baca juga:  Angka Kasus Sembuh COVID-19 Tumbuh Menjadi 2.698, Meninggal 973 Orang

Menteri KKP berharap dapat memperluas kerja sama dengan para pemangku kepentingan di bidang maritim untuk melahirkan solusi-solusi lain dalam menjaga wilayah laut Indonesia, serta mendorong penerapan sanksi tegas bagi para pelaku maupun pihak yang mengambil keuntungan dari praktik illegal fishing pada wilayah perairan.

“Melindungi laut beserta sumber daya di dalamnya, berarti menjaga kedaulatan sekaligus sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan industri kelautan dan perikanan dalam negeri. Di samping itu, langkah ini bagian dari usaha menjamin ketahanan pangan khusunya yang mengandung protein,” katanya.

Baca juga:  Tingkatkan Layanan Penyeberangan Jawa-Sumatera, Dermaga IV Merak-Bakauheni Diresmikan

Menurut Menteri Trenggono, tiba saatnya untuk menjaga seluruh kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia berkelanjutan, dengan melakukan langkah strategis suatu kebijakan untuk membangun kekuatan pertahanan guna mengamankan wilayah laut Indonesia yang begitu luas dan sangat kaya.

“Mewujudkan pertumbuhan industri ekonomi kelautan yang berdaya saing tinggi, dan memastikan tercapainya ketahanan pangan, terutama sumber protein dari ikan,” tambahnya.

“Tugas kita bersama untuk mencari solusi komprehensif terhadap pencegahan praktek-praktek lainnya,” pungkas Menteri Trenggono. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *