oleh

Kepala BKKBN Puji Kinerja PLKB Non PNS Dalam Audiensi Bersama Bupati/Walikota se-Indonesia

MUARA ENIM, ENIMTV – Perwakilan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Non PNS Pemkab. Muara Enim menghadiri Audiensi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Aplikasi Zoom Meeting, di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Selasa (11/8/2020).

Vidcon tersebut dihadiri oleh 600 orang lebih yang terdiri dari Kepala BKKBN, Ketua Forum Komunitas PLKB Indonesia, Bupati/Walikota serta perangkat daerah.

Audiensi dibuka dan dimoderatori oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (ADPIN) BKKBN, Nofrijal.

Baca juga:  Dikunjungi Presiden Jokowi, Hyundai Akan Bangun Pabrik di Indonesia Dengan Investasi 1,5 Miliar Dollar AS

Dalam penyampaiannya, Deputi ADPIN mengatakan bahwa pekerjaan BKKBN di masa depan sangatlah berat, pelayanan harus dilakukan dengan maksimal. Maka pertemuan hari ini dianggap sangat penting karena berpengaruh pada kinerja BKKBN. Selanjutnya, dengan berbagai upaya akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta mencari solusi dalam mengelola, baik dari biaya dan peningkatan kapasitas.

Senada dengan Deputi ADPIN, Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) juga menyampaikan bahwa keberadaan PLKB Non PNS dalam pelayanan kependudukan sangat membantu sebagai penyuluh KB. Berdasarkan monitoring, PLKB Non PNS tidak jauh berbeda dengan yang PNS. Non PNS juga sangat rajin dalam membantu masyarakat sehingga harus diberikan bantuan penerima manfaat dari penggunaan anggaran.

Baca juga:  Pemerintah Kembali Datangkan 8 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac

Selain itu, Kepala BKKBN menyampaikan beberapa perubahan dalam pendekatan dan kebijakan antara lain: Menyelesaikan transformasi kelembagaan; Melakukan rebranding dan logo tagline; Melakukan perubahan pada jargon, dari 2 (dua) anak cukup menjadi 2 (dua) anak sehat; Memperkuat tugas lapangan dalam KB, tidak hanya penyuluhan dan advokasi, tapi juga pembangunan penggerakan di desa.

Indikator derajat kesehatan masyarakat diukur dari berapa kematian ibu dan bayi, sehingga diharapkan dalam program dan perubahan ini, nantinya jumlah penduduk dapat dikendalikan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Baca juga:  Cegah Stunting, Prioritaskan Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi yang Baik

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Plt. Asisten Administrasi Umum, Dr. Yan Riyadi, M.A.R.S. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.