oleh

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kementerian PUPR Perbaiki 32 Sekolah di Provinsi Riau

JAKARTA, ENIMTV – Di tengah masa pandemi Covid-19, Kementerian PUPR telah selesai merehabilitasi dan merenovasi 32 sekolah di Provinsi Riau. 32 sekolah tersebut tersebar di dua kabupaten dan siap mendukung kegiatan belajar mengajar pada tatanan kehidupan baru (New Normal).

Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang terus dilakukan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian PUPR dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang juga merupakan salah satu program prioritas pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wapres Kyai H. Ma’ruf Amin.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa standar pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah harus baik, selain itu juga dilengkapi fasilitas olahraga, penyediaan air bersih dan sanitasi termasuk tempat cuci tangan, penataan lansekap (taman) serta tahan gempa.

Baca juga:  Catatan Akhir Tahun 2021: SMSI Menata Masa Depan, Kenalkan Generasi Milenial pada Metaverse

“Standar bangunan dan kelengkapannya agar bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, rehabilitasi dan renovasi yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya secara multi years contract (MYC) Tahun Anggaran 2019-2020, sebanyak 32 sekolah di Provinsi Riau yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 14 sekolah (SD) dengan anggaran sebesar Rp. 32,99 miliar, sementara di Kabupaten Meranti terbagi menjadi 2 kegiatan di Meranti 1 sebanyak 8 sekolah (SD dan SMP) dengan anggaran sebesar Rp. 33,41 miliar, dan di Meranti 2 sebanyak 10 sekolah (SD) dengan anggaran sebesar Rp. 32,27 miliar, semua kegiatan ini telah selesai 100 %.

Baca juga:  Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Pembunuhan Dihadiahi Timah Panas

Untuk kegiatan Tahun Anggaran 2020 yang sedang berjalan dilaksanakan di 30 sekolah (SD dan SMP) tersebar di 5 Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai sebanyak 5 sekolah (SD dan SMP) dengan anggaran sebesar Rp. 9,99 miliar, di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 5 sekolah (SD) dengan anggaran Rp. 19,03 miliar, di Kabupaten Pelalawan sebanyak 3 sekolah (SD) dengan anggaran Rp. 8,02 miliar, di Kabupaten Indragiri Hilir terbagi menjadi 2 kegiatan, dengan total 17 sekolah, dengan masing-masing anggaran Rp. 19,16 miliar untuk 6 sekolah (SD) dan anggaran Rp. 29,16 miliar untuk 11 sekolah (SD dan SMP).

Rehabilitasi dan renovasi ini meliputi pekerjaan ruang kelas, ruang majelis guru, ruang perpustakaan, Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), laboratorium, toilet, lapangan upacara, akses jalan, saluran keliling, pagar dan gerbang.

Baca juga:  Pemerintah Targetkan Pembangunan dan Rehabilitasi 10.000 Sekolah maupun Madrasah dalam 5 Tahun

Terdapat beberapa kriteria untuk sekolah dan madrasah yang akan direhabilitasi Kementerian PUPR. Untuk 2 tahun mendatang sekolah dan madrasah yang menjadi prioritas untuk ditangani adalah yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), termasuk dalam kategori yang sesuai dengan Keputusan Menteri Desa Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Selanjutnya prioritas untuk sekolah negeri, tanah merupakan milik Pemerintah Daerah dan bersedia menerima aset, memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tidak ada sumber pendanaan lain, serta hasil verifikasi Kementerian PUPR termasuk kategori rusak berat. (*)

Sumber: BKP Kementerian PUPR

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.