MUARA ENIM, ENIMTV – Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari tingkat Nasional yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan Proklim Lestari Ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada desa terbaik dalam inovasi, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim se-Indonesia.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono kepada Kepala Desa Pelakat, Kohapa, yang saat penerimaan piala turut didampingi oleh Kasi Pemeliharaan dan Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Khusnul Muassiroh, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Desa Pelakat merupakan salah satu Desa Binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kepala Desa Pelakat, Kohapa, mengaku senang dan bangga dengan penghargaan ini, sebab ini merupakan hasil jerih payah yang panjang dan kerja sama banyak pihak.
“Kami mengikuti ini sejak 2015. Agar memenuhi syarat, kami juga harus melibatkan 10 dusun sekitar untuk peduli masalah lingkungan, kelestarian hutan, air, dan pertanian,” ungkapnya.
Bersama dengan PTBA, Desa Pelakat melakukan penghijauan di lahan seluas lebih dari 200 hektare. Pelatihan dan pembinaan untuk usaha perkebunan kopi, hingga rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Program Kampung Iklim merupakan program Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak, dalam melaksanakan aksi lokal berupa upaya adaptasi dan upaya mitigasi, dengan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Desa Pelakat dinilai telah melakukan peningkatan upaya adaptasi dan mitigasi dan mereplika kegiatan ke 10 dusun sekitarnya.
Selain Desa Pelakat, Kabupaten Muara Enim juga mendapatkan 7 apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berupa sertifikat Proklim Utama.
“Alhamdulillah sesuai dengan harapan kami, peran pendamping seperti PTBA sangat berarti untuk terus meningkatkan peran serta desa dalam mengembangkan lingkungan,” ujar Kasi Pemeliharaan dan Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Khusnul Muassiroh. (*)








