Kemenkes RI Tetapkan Muara Enim Bebas Penyakit Malaria

Berita, Daerah153 views

MUARA ENIM, ENIMTV – Setelah tahun 2022 lalu mendapatkan sertifikat bebas frambusia atau penyakit kulit kronis, kali ini Kabupaten Muara Enim pun dinyatakan bebas penyakit malaria dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat Eliminasi Malaria dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Ph.D. kepada Kabupaten Muara Enim yang diterima Pj Bupati Muara Enim Dr. H. Ahmad Rizali, M.A., pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2024, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Senin pagi (24/06/2024).

Di hadapan Wamenkes dan tamu undangan lainnya, secara khusus Pj Bupati menjelaskan bahwa sertifikat Eliminasi Malaria yang diterima ini menandakan upaya dan kerja keras Pemkab Muara Enim melalui Dinas Kesehatan bersama masyarakat dinyatakan berhasil mengeliminasi kasus penyakit malaria.

Baca juga:  Hasilkan Pemimpin Berkualitas, Pj Bupati Muara Enim Ajak Masyarakat Lawan Politik Uang

“Penetapan ini didapatkan setelah melalui berbagai tahapan evaluasi dan penilaian, termasuk uji petik dari Kemenkes RI yang kemudian hasilnya ditetapkan berdasarkan sidang Komisi Penilaian Eliminasi Malaria,” jelas Pj Bupati.

Pj Bupati mengatakan bahwa, setidaknya dalam 3 tahun terakhir sudah tidak ditemukan lagi kasus lokal (indigenous) penularan dan penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu syarat penilaian.

“Hal ini tak lepas dari komitmen dan upaya berkesinambungan yang dilakukan Pemkab Muara Enim, antara lain melalui pembentukan Perda Satgas Penanggulangan Malaria, dukungan khusus melalui APBD dan dana desa, serta penguatan kemitraan dengan merangkul program tanggung jawab sosial perusahaan maupun Baznas dalam perbaikan sanitasi maupun lingkungan pemukiman,” kata Pj Bupati.

Baca juga:  Sekda Yulius Resmikan Pembangunan dan Renovasi Total Masjid Jamiatul Muhajirin

Di samping itu, Pj Bupati menyampaikan bahwa keberhasilan ini juga diperkuat dengan adanya Pos Malaria Desa (Posmaldes) yang terdiri dari para kader penyuluh terlatih dan dibantu oleh Pramuka Pemantau Jentik (Pramatik) setiap desa maupun kecamatan, khususnya di 3 lokasi fokus kawasan pertambangan berisiko penyebaran malaria, yaitu Kecamatan Rambang Niru, Lawang Kidul dan Tanjung Agung.

Pada kesempatan ini juga, Pj Bupati mengucapkan terima kasih atas kekompakan dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan, terutama tim penyuluh kesehatan dan masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Baca juga:  Hari Pertama Masuk Kerja, Pj Bupati Muara Enim Inspeksi Kehadiran ASN

Sementara itu, Wamenkes mengapresiasi langkah konkret Pemkab Muara Enim yang menurutnya telah dilakukan secara komprehensif dan simultan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Jadi tidak hanya pemerintah daerah semata, melainkan juga menggandeng dunia usaha dan menggerakkan masyarakatnya itu sendiri. Hal ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Pj Bupati dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pj Ketua TP PKK Dr. dr. Hj. Rose Mafiana Rizali, Sp.An. dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr. Eni Zatila, M.K.M. (Aal/DiskominfoSP-ME)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *