Warga Binaan LP Kelas II B Kayuagung Diduga Dianiaya Oknum Sipir Karena Utang Sabu

Berita, Sumsel45 views

OKI, ENIMTV – Salah satu berita media online sempat mencuri perhatian karena memposting berita yang berjudul “Diduga karena hutang sabu, Tahanan Lapas Klas II B Kayuagung, Dianiaya petugas sipir lapas”.

Dalam artikelnya, media online tersebut menarasikan bahwa beredar potongan video yang berisikan beberapa orang tahanan binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Kayuagung yang diduga dianiaya petugas sipir lapas yang bernama Indra karena utang sabu-sabu. Dalam video tersebut dinarasikan adanya percakapan lewat WA, termasuk juga luka-luka yang dialami oleh para warga binaan yang telah dianiaya pelaku.

Video penganiayaan yang diperkirakan terjadi belum lama ini atau pada Maret 2023 lalu. Untuk hari dan tanggalnya belum dapat diketahui, pada isi di dalam video tersebut dapat dilihat dengan jelas kalau beberapa tahanan seperti habis dianiaya sehingga sekujur tubuhnya dipenuhi luka-luka dan memar.

Informasi yang didapatkan, penganiayaan dipicu diduga karena adanya utang sabu-sabu antara tahanan kepada petugas sipir lapas (Indra). Karena tahanan atau korban penganiayaan belum bisa membayar utang sabu, petugas sipir lapas (Indra) langsung menganiaya korban menggunakan pentungan satpam hingga luka-luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Namun, tak lama berselang, postingan tersebut justru telah dihapus atau 404 oleh pihak media tersebut tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, hal ini mengundang tanda tanya publik,

Baca juga:  Bertemu CEO US IDFC, Menko Luhut Bahas Peluang Investasi di Sovereign Wealth Fund Indonesia

Sementara itu, Humas Lapas Kelas IIB Kayuagung Juricko terkait beredarnya pemberitaan miring yang menyebut telah terjadi penganiayaan terhadap salah seorang warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Kayuagung tersebut, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya, Jumat (31/3/2023) hanya membalas dan menulis Mohon ijin mengirimkan narasi penjelasan dari pihak lapas, dimana rilis narasi itu menyebutkan LP Kelas II B Kayuagung bantah ada penganiayaan warga binaan oleh sipir lapas.

Bahkan, Kepala LP Kelas II B Kayuagung langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk menyelidiki pemberitaan salah satu media online tersebut dan hasilnya tidak ditemukan adanya kasus penganiayaan.

“Tidak benar kalau ada yang memberitakan telah terjadi penganiayaan di LP Kelas II B Kayuagung, apalagi motifnya terkait Narkoba, berita itu sama sekali tidak benar,” tegas Kepala Lapas Kelas IIB Kayuagung Reza Meidiansyah Purnama melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Edho Dwi dalam keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (29/3/2023).

Dijelaskan Edho Dwi, begitu mengetahui adanya pemberitaan miring tersebut, pihaknya bersama tim langsung bergerak cepat melakukan penelusuran untuk mencari kebenaran berita yang menyebutkan adanya video penganiayaan oleh Sipir Lapas kepada Tahanan yang menyebabkan sekujur tubuh tahanan dipenuhi luka-luka tersebut.

Baca juga:  Muara Enim Raih Peringkat 4 Kabupaten Paling Inovatif se-Indonesia Tahun 2021

“Kami telah cek tidak ada Tahanan maupun Narapidana yang mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh Petugas Lapas Kelas II B Kayuagung dan untuk pegawai yang disebut namanya pada berita juga telah dipanggil dan diminta keterangan dan hasilnya memang tidak ada penganiayaan seperti berita yang beredar. Jadi sekali lagi kami tegaskan, bahwa tidak ada penganiayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edho menjelaskan, selama ini pihaknya bersama jajaran sudah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Prosedur Tetap (Protap). Apalagi, menurutnya selaku Kepala KPLP, dirinya kerap kali mensosialisasikan kepada Warga Binaan untuk segera melaporkan kepada dirinya apabila ada petugas atau anggotanya yang bertindak di luar prosedur, apalagi sampai melakukan penganiayaan terhadap Warga Binaan.

“Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, bahwa Lembaga Pemasyarakatan ini bertugas melakukan pembinaan terhadap Narapidana, sehingga nantinya apabila narapidana ini telah selesai menjalankan hukumannya mereka bisa kembali diterima oleh masyarakat,” kata Edho.

Selain itu, tambah Edho, dirinya juga sering melakukan briefing kepada petugas LP yang menjadi anggotanya agar dalam bekerja tetap mengedepankan SOP dan Prosedur Tetap. sehingga dalam pelaksanaan tugas, tidak ada anggota yang menyalahi aturan-aturan yang ada.

Baca juga:  Kurangi Ketergantungan pada Konsumsi, Presiden Dorong Hilirisasi untuk Industrialisasi

“Dalam menjalankan tugas pembinaan di Lapas Kelas IIB Kayuagung ini kita juga selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum di lingkungan Kabupaten OKI, seperti untuk pengamanan di Lapas dengan melakukan deteksi dini terhadap gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib). Selain itu kita juga rutin melaksanakan kegiatan razia terhadap petugas dan warga binaan, seperti, tanggal 17 Maret 2023 kita melakukan Razia Gabungan dengan pihak APH dari BNNK OKI, Polres OKI serta Kodim 0402 OKI dan Alhamdulillah pada Razia tersebut zero barang-barang terlarang maupun Narkoba,” ujar Edho.

Menanggapi pertanyaan apakah pihaknya akan mengambil langkah langkah hukum terkait adanya pemberitaan miring tersebut? Edho mengaku pihaknya belum berpikir ke arah sana. Namun demikian, pihak Lapas Kelas II Kayuagung masih fokus melakukan pembenahan pembenahan.

“Ya, kalau langkah hukum sepertinya belum mengarah ke sana. Masalah ini kita anggap saja sebagai ajang untuk koreksi kinerja para anggota LP Kelas II B Kayuagung untuk ke depannya agar bekerja lebih baik lagi,” ungkapnya. (SMSI OKI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *