MUARA ENIM, ENIMTV – Bukan sekadar menambang, komitmen nyata ditunjukkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, dalam menyejahterakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perseroan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bukit Asam memetakan ruang lingkup yang dapat berkontribusi terhadap 4 pilar pembangunan, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
Berbagai capaian tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) untuk kesejahteraan masyarakat telah ditorehkan PTBA sepanjang tahun 2025. Mulai dari bidang pendidikan sampai dengan pembangunan infrastruktur.
Kontribusi paling banyak diwujudkan di wilayah Korporat dan Tanjung Enim, sebagai area penambangan utama dan terbesar Bukit Asam, mencakup Tambang Air Laya, Muara Tiga Besar, Bangko Barat dan Bangko Tengah.
Bantuan dan Beasiswa Pendidikan
Program utama bidang pendidikan yang dijalankan PTBA terdiri dari AYO SEKOLAH dan BIDIKSIBA. Kedua program tersebut merupakan bantuan pendidikan dan beasiswa untuk keluarga kurang mampu di wilayah sekitar perusahaan.
Sebanyak 2.659 siswa telah menerima program AYO SEKOLAH, terdiri dari 896 siswa SD, 1.200 siswa SMP dan 563 siswa SMA. Sedangkan, program BIDIKSIBA sudah menyasar 386 penerima manfaat, di antaranya 93 masih aktif kuliah dan 174 telah bekerja.
Tak hanya dua program di atas, Bukit Asam juga mempunyai program Kelas Inspirasi Eco Edu Zoo Park sebagai wisata edukasi lingkungan yang telah dirasakan 2.219 siswa dan Mobil Baca Keliling untuk meningkatkan minat baca sudah menggapai 10.444 penerima manfaat.
Kesehatan Berkualitas dan Mudah Dijangkau
Kepedulian PTBA juga ditunjukkan dalam bidang kesehatan masyarakat, antara lain program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Mobil Kesehatan Keliling, Khitanan Gratis, Operasi Katarak Gratis serta bantuan Sarana dan Prasarana Kesehatan Masyarakat.
Program kesehatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa/Kelurahan setempat yang pelaksanaannya rutin secara bergilir.
Program-program tersebut guna memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap kesehatan yang berkualitas dan mudah untuk dijangkau. Buktinya, sudah dirasakan oleh lebih dari 12.000 penerima manfaat.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi
Bukit Asam terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan melaksanakan berbagai pelatihan dan pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah lewat program kemitraan.
Program ini sudah menjangkau 567 orang yang mengikuti 39 pelatihan, mulai dari keuangan, perdagangan, pertanian, perikanan dan perkebunan.
Pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan mampu memperkuat dan mengembangkan pelaku usaha kecil dan menengah sehingga bisa mandiri secara berkelanjutan.
Kepedulian Sosial dan Budaya
Sosial dan budaya tidak luput dari perhatian PTBA, sebanyak 282 bantuan telah diserahkan untuk pengembangan Rumah Ibadah masyarakat sekitar.
Selain itu, pembagian 19.765 bantuan paket sembako gratis dibagikan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah operasional perseroan.
Begitupun halnya dengan program Jumat Berkah berupa paket kebutuhan dasar untuk Ponpes/Panti Asuhan/Panti Jompo/Rehabilitasi di 18 lokasi.
Kepedulian yang paling utama berupa program Bantuan Tanggap Kebencanaan baik tingkat kabupaten hingga Nasional sudah disalurkan di 14 titik lokasi.
Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Lingkungan
PTBA memberdayakan masyarakat di sektor agrikultur melalui program Bara Agro Sirkular, dengan sasaran eks pekerja PETI dan IRT dari keluarga prasejahtera. Sebanyak 87 penerima manfaat telah menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar Rp3,6-10 juta per bulan.
Di sisi lain, Bukit Asam juga mendukung pengelolaan lingkungan dengan bantuan PLTS Irigasi untuk mendukung peningkatan hasil pertanian agar bisa panen 3 kali dalam setahun. Program ini sudah dirasakan oleh 84 penerima manfaat.
Bentuk Kelembagaan Komunitas Masyarakat
Bukit Asam menginisiasi pembentukan Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) sebagai pusat kelembagaan bagi komunitas pengembangan UMKM. Dengan adanya SIBA, dapat memfasilitasi UMKM lewat pelatihan hingga perluasan akses pasar.
Sebanyak 10 kelompok terdiri dari 391 anggota sudah tergabung dalam SIBA, antara lain SIBA Songket, SIBA Pembibitan, SIBA Jamur, SIBA Kopi, SIBA Jasa Boga, SIBA Bokashi, SIBA Manufaktur, SIBA Rosella, SIBA Rajut, dan SIBA Batik Kujur.
Harapannya dengan berbagai program TJSL yang dilaksanakan PTBA, menjadi bukti nyata bahwa keberadaan perusahaan bukan hanya menambang semata, tapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya. (Alhamd)








