MUARA ENIM, ENIMTV – Duka mendalam menyelimuti rekan kerja atas meninggalnya Nanda Hera Lestari (32), korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Muara Enim–Lawang Kidul.
Sosok almarhumah dikenal sebagai pribadi yang ceria, gigih, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Nanda, warga BTN Air Paku, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif selama 18 jam, Kamis 9 April 2026.
Sebelumnya, ia mengalami luka berat akibat kecelakaan yang terjadi pada Rabu 8 April 2026 sekitar pukul 07.23 WIB di depan United Tractors.
Rekan kerjanya, Elza Angraini (24), mengaku sangat kehilangan sosok Nanda yang dikenalnya sebagai pribadi yang penuh semangat dan mudah bergaul.
“Kami pertama kali kenal di acara pernikahan, lalu ternyata sama-sama bekerja di RSUD Rabain. Dia orangnya ceria, aktif, dan inisiatif. Tanpa disuruh, dia sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Elza, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, Nanda juga dikenal sebagai sosok perempuan tangguh. Meski sempat berhenti bekerja karena kehamilan, namun tetap memiliki tekad kuat untuk kembali berkarier.
“Dia selalu bilang jangan berhenti bekerja setelah menikah. Semangatnya luar biasa, bahkan sering menyemangati rekan-rekan yang lebih muda,” tambahnya.
Elza mengaku tidak menyangka kepergian rekannya tersebut begitu cepat. Pasalnya, sehari sebelum kejadian mereka masih sempat bertemu dan berkomunikasi.
“Pagi sebelum kejadian kami masih bertemu, malamnya juga masih sempat chat. Jadi saat dapat kabar, saya benar-benar tidak percaya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Tiara Alivia Pradita (25), rekan satu tim orientasi selama tiga bulan, yang menilai almarhumah sebagai sosok yang ramah dan mudah beradaptasi.
“Selama orientasi, kami sering berpindah tempat. Tapi dia selalu cepat akrab dengan orang baru. Orangnya supel dan tidak pernah menyerah,” kata Tiara.
Sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak, Nanda juga dikenal mampu menyeimbangkan peran keluarga dan pekerjaan. Bahkan, kerap memotivasi rekan-rekannya agar tetap berkarya.
“Dia selalu bilang, ‘kalian masih muda, sayang kalau berhenti bekerja hanya karena menikah’. Itu yang paling saya ingat,” ujarnya.
Tiara mengaku terakhir berkomunikasi dengan almarhumah sekitar sepekan sebelum kejadian, membahas pekerjaan seperti biasa tanpa ada firasat apa pun.
“Saat dapat kabar, saya sangat terkejut dan sedih. Tidak menyangka sama sekali,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Lantas AKP Nadhya Nabilla menjelaskan, kecelakaan diduga akibat kelalaian saat mendahului kendaraan.
Peristiwa bermula saat korban mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max BG 4678 DAR dari arah Tanjung Enim menuju Muara Enim.
Setibanya di lokasi kejadian, korban diduga hendak mendahului truk Mitsubishi Fuso BE 8629 ABU yang dikemudikan Renra Fransisco (28), warga Bandar Lampung.
Namun, dari arah berlawanan datang kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya, sehingga sepeda motor korban oleng dan terjatuh.
Akibatnya, kaki kiri korban masuk ke bawah truk dan tergilas, menyebabkan luka berat. Korban sempat dilarikan ke RS BAM Tanjung Enim sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan meninggal dunia setelah menjalani perawatan,” pungkas AKP Nadhya. (Aal)








