Habiskan Dana Rp6 Miliar, Food Court Taman Segitiga Emas Kayuagung Terbengkalai

Berita, Sumsel108 views

OKI, ENIMTV – Menghabiskan dana Rp6 miliar untuk membangun Food Court atau Pujasera yang berada di kawasan Taman Segitiga Emas Kayuagung yang dibangun sejak 2021, ternyata kondisinya terbengkalai. Bangunan tersebut dibuat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) melalui dana APBD dalam dua tahap.

Tahap pertama tahun 2021 bangunan ini dianggarkan sebesar Rp3.932.500.000, kemudian pada tahun 2022 bangunan pujasera ini kembali dianggarkan melalui APBD sebesar Rp2.187.857.152, namun setelah selesai bangunan tak kunjung difungsikan, padahal keberadaan Taman Segitiga Emas ini sudah menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakat, terutama pada hari-hari tertentu.

Di sisi lain, ketimpangan pembangunan di Kabupaten OKI terlihat jelas, jika bangunan sekelas Food Court yang mengeluarkan anggaran jumbo, lain halnya dengan kondisi SDN 1 Mulya Jaya, Desa Ulak Tembaga, Kecamatan Jejawi yang mengalami rusak justru belum tersentuh perbaikan. Bahkan, pihak Kodim OKI berencana akan membantu perbaikannya.

Baca juga:  HUT ke-76 Kabupaten OKI, Gubernur Sumsel: Banyak Kemajuan di Berbagai Sektor

“Saya pribadi merasa prihatin dengan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan, sehingga proses belajar mengajar tidak efektif dengan menggabungkan dua kelas menjadi satu ruangan,” ucap Kasdim saat meninjau langsung sekolah.

Kecamatan Jejawi sendiri merupakan tanah kelahiran Bupati Kabupaten OKI, H. Iskandar, S.E. yang dua periode memimpin Bumi Bende Seguguk, menawarkan program membangun dimulai dari desa.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Refly, S.Sos., M.M. melalui Sekretaris Purnomo sangat berterima kasih adanya informasi sekolah rusak tersebut.

“Akan kita tindaklanjuti, tapi masalah teknisnya bukan saya, posisi saya ini mengurusi surat menyurat,” kata Purnomo.

Ketua Pusat Kajian Strategis Daerah (Pukad) Kabupaten OKI, Nurmu’in, M.Si. menanggapi bangunan Food Court yang terbengkalai tersebut, menyayangkan sikap Pemkab OKI yang tidak mampu mengfungsikan taman kuliner atau pujasera yang telah dibangun tersebut.

Baca juga:  Presiden Jokowi Ingatkan Agar Pengelolaan Dana Desa Dilakukan Secara Hati-Hati

“Ini kan aneh, terkesan pemerintah hanya mampu menciptakan proyeknya saja, tapi masalah ada manfaat atau tidak untuk masyarakat itu nomor dua,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan pujasera ini sia-sia karena tidak ada manfaat untuk masyarakat dan pedagang, untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk segera memanfaatkan mega proyek miliaran tersebut.

“Sayang kalau proyek miliaran itu terbengkalai,” ujarnya.

Kepala Dinas PRKP Ir Asmar Wijaya mengatakan bahwa, untuk pengelolaan bangunan tersebut sudah diserahkan ke Dinas Perdagangan.

“Kami hanya sebatas melakukan pembangunannya dan itu sudah kita serahkan ke Dinas Perdagangan, untuk teknis pengelolaannya ada di Dinas Perdagangan,” ucapnya.

Kabid Dinas Perdagangan OKI Iqbal membantah jika Food Court instansinya yang mengelola.

”Siapa yang bilang itu Dinas Perdangangan.” tanya Iqbal.

Baca juga:  Medco E&P Terima Penghargaan Sahabat Pers

Dijelaskan Iqbal, Food Court pengelolaannya diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Itu kan untuk kuliner jadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” terang Iqbal.

Pantauan di lapangan, Kamis (6/4/2023), bangunan yang dibangun dengan konsep perahu kajang memanjang yang terdiri dari sisi kiri dan kanan dan bagian tengahnya terdapat bangunan ruangan berbentuk kios yang berjumlah 18 kios, di mana pada bagian atapnya terbuat dari terpal yang mirip dengan atap gor perahu kajang yang ada di seberangnya.

Bangunan yang telah selesai dikerjakan dan selesai pada tahun 2021 lalu itu kondisi bagian dalam terlihat kotor dan tak terawat, pada bagian atap terlihat puluhan saklar gantung dengan tutup warna-warni, bahkan ada sebagian bohlam yang pecah, sehingga kondisinya gelap pada malam hari. (SMSI OKI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *