oleh

Hari Kesebelas Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, 324 Human Body Remains Ditemukan

JAKARTA, ENIMTV – Operasi Search and Rescue (SAR) jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih berlanjut, Selasa (19/1/2021). Hingga hari ke-11, total penemuan obyek pencarian tim SAR sebanyak 324 human body remains, 63 serpihan kecil pesawat dan 55 potongan besar.

“Cuaca sempat tidak mendukung pada pagi hari, baru siangnya cuaca berangsur-angsur membaik dan tim penyelam melanjutkan pencarian hingga sore hari,” kata Direktur Operasi (Dirops) Brigjen TNI (Mar) Rasman MS, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) saat konferensi pers di Posko Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, pukul 20.20 WIB.

Baca juga:  Kapolri Perintahkan Seluruh Kasatwil Kawal Pelaksanaan New Normal: Kedepankan Persuasif dan Humanis

Tambahan jumlah temuan obyek pencarian pada hari pertama masa perpanjangan waktu kedua tersebut, tambah Rasman, dievakuasi dari Last Known Position (LKP) oleh KN SAR Wisnu dan KRI Rigel terferikasi 14 kantong human body remains dan 3 serpihan pesawat.

“Tim penyelam masih bersemangat, mereka terus bekerja keras di lapangan untuk menemukan obyek pencarian,” imbuhnya.

Baca juga:  Ini Langkah DVI Polri Bila Ada Korban Sriwijaya Air Yang Tidak Dapat Teridentifikasi

Rasman juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi SAR gempa bumi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).
Jumlah korban meninggal dunia terdata 90 dengan rincian 79 orang di Mamuju dan 11 orang di Majene. Perkembangan operasi SAR banjir di Kalimantan Selatan masih sama, korban jiwa 3 orang dan 7.778 dievakuasi.

“Sementara update bencana tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, tim SAR telah berhasil mengevakuasi seluruh korban dan menutup operasi SAR di tempat tersebut,” kata dia.

Baca juga:  Pagi Tadi, DVI Polri Terima 56 Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, tepatnya pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *